SINOPSIS
• Jika pada hakikatnya yang selalu kita sadari hanya setitik kesadaran pada saat ini, sebab masa lalu dan masa depan tidak ada di sini, lalu apa yang terbaik kita sadari pada setiap titik tersebut?
• Jika bahasa hanya semacam kemasan kosong ("word doesn't mean, people means"), padahal pada era informasi ini jumlah kata/istilah terus meledak tanpa kendali, lalu bagaimana caranya agar kita tetap setia dan lebih percaya pada suara hati nurani daripada apapun yang datang dari luar?
Ahmad Thoha Faz, seorang intelektual akar rumput dan edutainer berbakat dengan kombinasi khas antara pengetahuan multidisiplin dan pengalaman yang berbeda, selama sekitar dua belas tahun (1994-2006) berusaha merumuskan sederet pertanyaan fundamental tersebut. Kemudian melalui pemaparan alasan yang tangguh dan ulasan yang terang dengan gaya bahasa populer yang menawan, alumnus ITB ini mencetuskan sebuah paradigma alternatif revolusioner tentang bagaimana menikmati hidup dan proses belajar sepanjang hayat secara utuh (seutuh "titik") dan secara ikhlas (seikhlas "joy of being nothing")--dalam segugus gagasan dan wawasan yang unik dan cantik, kompak, dan mendobrak.
Buku yang dilengkapi ilustrasi visual yang konklusif ini terdiri atas 4 bagian, dalam 12 bab, yang utuh dan terurut apik. Keempat bagian itu berisi:
• siapa diri kita yang seutuhnya (“Sang Musafir yang Rindu Pulang”);
• apa yang kita sadari secara utuh (“Simbol-Simbol Tuhan”);
• bagaimana kita membangun kesadaran dari titik (”Prinsip-Prinsip Universal untuk Membaca Diri dan Dunia”);
• mengapa Titik Ba diperlukan dan membalikkan kesadaran kita secara radikal dan diametral (”Ke Titik Ba, Dari Titik Ba”).
Siapapun Anda, apapun latar belakang pendidikan dan pekerjaan Anda, karya orisinal yang sangat inspiratif ini (1) mendukung Anda dengan tegas untuk menghayati entitas, hubungan, dan proses apapun secara utuh-bermakna-dan-sederhana, (2) menemani Anda dengan akrab dan setia untuk "berdiri di atas kaki dan hati sendiri" (berdikahari) sebagai awal perubahan-diri dari dalam ke luar, serta (3) menggugah rasa dan menggugat nalar Anda untuk selalu memulai dan menyatukan setiap aktivitas dalam keagungan nama-Nya.
